Panduan Lengkap Puasa Kafarat yang Wajib Kamu Ketahui!

Panduan Lengkap Puasa Kafarat yang Wajib Kamu Ketahui!

Bayarkafarat.com – Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan baik dalam kategori kecil maupun besar. Dalam Islam, kesalahan yang diperbuat manusia tidak dibiarkan begitu saja, tetapi Allah memberikan solusi yang jelas apalagi jika kesalahan tersebut termasuk pelanggaran berat.

Salah satu cara untuk menebus pelanggaran berat bisa melalui puasa kafarat. Ibadah ini bukan sekedar menahan makan dan minum, tetapi juga sarana untuk melatih kesabaran dan memperbaiki diri supaya kembali ke jalan yang benar.

Baca Juga: Apa itu Kafarat Jima? Berikut Penjelasan dan Ketentuannya

Lalu, sebenarnya apa itu puasa kafarat? Kapan umat muslim dapat menunaikannya dan bagaimana tata cara melaksanakannya yang sah sesuai syariat Islam? Mari simak baik-baik penjelasan berikut!

Pengertian Puasa Kafarat

Puasa kafarat adalah salah satu cara yang dapat ditunaikan oleh seseorang untuk menebus dosa atas pelanggaran berat yang telah dilakukan. Istilah kafarat berasal dari kata “kafara” yang bermakna menebus atau menutup.

Jadi, Puasa kafarat bukan ibadah sunnah ataupun puasa ramadhan, melainkan ibadah khusus yang dilakukan oleh seseorang yang telah melakukan pelanggaran tertentu.

Adanya puasa kafarat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa yang telah dilakukan sekaligus bukti ketaatan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan puasa kafarat, seorang muslim dianjurkan untuk menjalankannya dengan niat tulus dan ikhlas serta berkomitmen tidak akan mengulangi pelanggaran yang sama.

Penyebab Kafarat

1. Bersumpah Palsu

2. Memutuskan Hubungan Suami Istri di Masa Iddah

3. Membunuh Hewan Saat Berihram

4. Melakukan Hubungan Suami Istri di Siang Hari Ramadhan

Baca Juga: Apa itu Kafarat? Mengenal Pengertian dan Dasar Hukumnya dalam Islam

Niat Puasa Kafarat

Puasa kafarat dilakukan sebagaimana puasa pada umumnya diawali dengan niat serta melaksanakan rukun-rukun puasa. Berikut niat puasa kafarat:

نوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِكَفَارَةِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghadin likafarati fardlon lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa esok untuk melaksanakan kifarat (sebut kifaratnya) fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Melaksanakan Puasa Kafarat

Puasa kafarat dilakukan sesegera mungkin selama 60 hari berturut-turut, apabila terputus di pertengahan tanpa adanya udzur syar’I maka wajib mengulanginya kembali dari awal. Adapun cara melaksanakannya sama dengan puasa pada umumnya sebagai berikut:

1. Niat

2. Menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa dari mulai terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari

3. Memperbanyak ibadah sunnah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian puasa kafarat, penyebab, niat, serta tata cara melaksanakan puasa kafarat. Menunaikan puasa kafarat merupakan bentuk tanggung jawab seorang muslim terhadap perintah Allah SWT. 

Seseorang yang mengerjakan kafarat ini diharapkan dapat mendapatkan keberkahan sekaligus ampunan dari Allah SWT. Maka dari itu, kafarat merupakan salah satu ibadah penting yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk meraih ridha Allah SWT.

Wallahu A’lam

Penulis: Hilda Asani Mustika
Editor: Suci Wulandari